The Secret; Elemen Ketujuh Unsur Manajemen, Penemuan Indonesia dibidang ekonomi

The Secret; Elemen Ketujuh Unsur Manajemen, Penemuan Indonesia dibidang ekonomi



elemen+ketujuh+unsur+manajemen

fb cerita. The Secret; Elemen Ketujuh Unsur Manajemen, Penemuan Indonesia, kali ini fb cerita menampilkan artikel karya anak Indonesia yang sangat bermanfaat dan trending di Kompasiana.com suatu trend baru tentang inovasi ilmu ekonomi. Artikelnya cukup banyak. 


Tujuan utama tulisan ini adalah anak-anak muda Leader masa depan Indonesia

Di Indonesia, mungkin hampir semua orang mengenal Bapak Mario Teguh dengan Golden Ways-nya, Bapak Prof. Dr.H. Muhammad Quraish Shihab, MA, Direktur Pusat Studi Al-Qur’an, Bill Gates bukan hanya dengan Windows Inc.-nya juga dengan Bill and Miranda Gates Foundation, ataupula dengan Harun Yahya dengan penelitian sumbangsih pendidikan anak-anaknya dan paling paling dekat Indonesia memiliki Kak Seto dengan dedikasi anak-anak dan masih banyak yang lain seperti bunda Teresa dst. Bila membaca ratusan karya mereka ataupun mengikuti kelas pertemuan dengan mereka, semua orang hanya takjub, ada manusia semulia ini?  dan ada sebagian menjadikannya panutan, terinspirasi, tetapi ketika kembali ke kehidupannya masing-masing, yang jadi pekerja mulai saling sikut-sikutan lagi, yang menjadi pejabat Negara menghabiskan diri dengan adu program yang belum tentu memiliki manfaat, pengusaha yang kaya secara materil berusaha menjadi lebih kaya, sebagian pengusaha yang gagal menjadi jera dan mengurungkan niat mereka dengan impian mereka, ada sebagian kecil mengalami sakit fisik dan mental.
Nama-nama yang disebutkan diatas adalah sedikit nama dari banyak manajer, yang luarbiasa sesuai dengan bidang-nya masing, menjadi teladan bagi setiap orang, namun ketika orang selesai menyimak mereka, kembali kepada kehidupan masing-masing, keadaan tidak berubah dan kegalauan semakin membesar. Satu-satunya alas an, mengapa kehidupan tidak berubah karena mental dan spiritual-nya yang tidak berubah menjadi lebih baik. Pikiran adalah “tuannya”, keadaan fisik adalah cerminan dari keadaan mental. Jadi itu juga dapat dikembangkan dalam hal yang lebih besar, mengapa rakyat Indonesia tidak bisa setara dengan Negara lain, padahal adalah Negara terkaya didunia?. Ini mengenai cara berpikir, cara berpikir tidak ada hubungannya dengan title Doktor atau Master atau mengenyam pendidikan Sekolah Dasar. Mau buktinya? Berapa orang yang bertitel tinggi yang yang terjatuh karena godaan materi (korups*) sedangkan disisi lain semua orang tahu, mengambil sesuatu yang bukan haknya adalah terlarang dalam aturan manusia dan aturan Yang Kuasa.
Walau sebenarnya akal budi (menjauhi kejahatan) itu bekerjasama dengan kecerdasan, dalam perkembangannya, tidak semua itu terjadi, kecerdasan juga dapat bekerjasama dengan kejahatan.
Itulah yang terkadang banyak menjadi pertanyaan ; Mengapa pada kebanyakan orang, sebagai individu, ketika menjadi manajer, baik dipemerintahan maupun swasta bagaimanapun tinggi pendidikannya tidak dapat menjadi sesuatu yang berarti kecuali kebesaran dirinya sendiri.
The Secret ; Elemen Ketujuh Unsur Manajemen.
Sebagai pengantar, unsur manajemen paling popular disebut 6M digagas oleh George R. Terry, yaitu :
Man (1) Manusia baik laki-laki, maupun perempuan (men and women). Pihak yang terlibat dalam proses manajemen mamainkan peranan penting terhadap keberhasilan kinerja manajemen.
Materials (2), Alat-alat yang diperlukan mencakup barang-barang yang harus dibeli atau dipersiapkan demi keberhasilan proses manajemen.
Machines (3), Sarana yang digunakan  meliputi semua yang mendukung penggunaan dari barang atau alat yang dimiliki dalam proses manajemen.
Methods (4),  yang dipakai  meliputi teknik atau cara yang digunakan dalam menjalankan proses manajemen.
Money  (5), Uang merupakan seberapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan program.
Market (6), Pasar atau khalayak yang akan dituju  merupakan target sasaran perusahaan dalam  menjalankan proses manajemen.
Dan itu semua yang diajarkan kepada setiap orang termasuk pejabat Negara,  dari SMP hingga Universitas, lembaga pendidikan dan sekolah tinggi lainnya. Hasilnya?. Tidak signifikan, hanya mengetahui namun tidak mengenal dengan sungguh-sungguh, anak-anak muda calon pemimpin masa depan hanya dihantui oleh senioritas dan membalasnya lagi ketika menjadi senior



No comments:

Post a Comment

Follow by Email

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...